Kamis, 27 Januari 2011

SENAM CERIA WARGA GI RW 08

Sudah tiga Ahad ini suasana GI RW 08 setiap Ahad pagi di open space begitu meriah dan segar dengan diadakannya senam ceria untuk kesehatan oleh ibu-ibu RW 08. Senam ini dimulai pukul 06.30 - 08.00 selain dimeriahkan ibu-ibu juga diikuti bapa-bapak sehingga menambah hangatnya suasana setiap Ahad pagi. Ahad yang lalu selain diadakan senam kesehatan diisi juga dengan kegiatan perawatan jenazah yang di bimbing oleh bapak Hermanto. Antusias warga sangat tinggi sehingga kegiatan itu dapat lancar. Bagi warga yang belum gabung "monggo" untuk gabung agar tambah sehat

KESEDERHANAAN PRESIDEN IRAN

Belajar Kesederhanaan, dari Sang Presiden Iran
Mahmud Ahmadi Nejad lahir di kota Garmsar, sebelah timur Tehran 49 tahun yang lalu. Ayahnya adalah seorang tukang besi yang hidupnya pas-pasan. Baru berumur satu tahun, Ahmadi harus hijrah bersama keluarganya ke Kota Tehran dengan harapan kehidupan akan lebih baik.
Penghasilan ayahnya yang hanya seorang tukang besi mengharuskan dia untuk hidup sederhana bersama enam saudaranya. Meskipun hidup yang pas pasan, Ahmadi mempunyai prestasi yang tinggi di sekolahnya. Meskipun ayahnya bukanlah seorang ulama, namun ayah Ahmadi adalah seorang yang teguh beragama. Kepribadian inilah yang diwariskan anaknya. Maka jadilah Ahmadi tumbuh dengan menjadi pemuda yang mutadayyin (taat beragama).
Pada tahun 1995 Ahmadi Nejad dipercaya sebagai gubernur Ardabil, sebuah Propinsi di Iran Utara. Karir cemerlang sebagai gubernur membuat Ahmadi terpilih sebagai gubernur teladan Iran selama tiga tahun berturut-turut. Diantara keberhasilannya, pemerintahnya mampu merekonstruksi 7.500 unit rumah penduduk yang hancur dalam gempa Ardabil dalam tempo tujuh bulan.

Setelah selasai menjabat gubernur, Ahmadi Nejad kembali kampusnya dan gelar Doktor dalam bidang transportasi dia raih dalam usianya yang ke-43. Selama aktif di kampus pun Ahmadi Nejad banyak diminta memberikan masukan dan konsultasi oleh gubernur dan walikota-walikota di Iran dalam perencanaan pembangunan kota terumatama yang berhubungan dengan urusan perencanaan transportasi.

Nasib menjadi birokrat tampaknya tidak bisa pisah dari Ahmadi. Dua Mei 2004, Dewan Kota Tehran periode kedua, memilih Ahmadi Nejad sebagai Walikota Tehran. Dalam waktu singkat, tidak kurang dari dua tahun, pekerja keras ini, melakukan gebrakan-gebrakan birokrasi yang langsung bisa dirasakan masyarakat. Waktunya banyak dihabiskan di kantor dan inspeksi lapangan. Mulai pukul 06.00 pagi sampai pukul 24.00 setiap hari Ahmadi bekerja keras untuk menyelesaikan problem kota Tehran yang semakin komplek. Dalam sejarahnya, ketika memimpin Tehran, dia hanya absen sekali karena sakit, itupun setengah hari.

Pada tanggal 3 Agustus 2005 Ahmadi Nejad dilantik menjadi presiden yang ke-6 Republik Islam Iran setelah berhasil melewati pemilu putaran kedua. Meskipun begitu dia masih malu untuk dipanggil presiden. “Saya bukanlah presiden, saya adalah pelayanan rakyat,”katanya. Penampilannya pun saat ini tidak jauh berbeda, dengan sepatu yang tidak mengkilat, dan jaket krem kesukaannya.

“rela sholat di tepi jalan dengan alas seadanya”

Televisi Fox Amerika pernah bertanya pada Presiden Iran Ahmadinejad : ”Saat anda bercermin di pagi hari, apa yang anda katakan pada diri anda?” Ahmadinejad menjawab, ”Saya melihat seseorang di cermin dan berkata padanya , ”Ingatlah, anda tidak lebih dari seorang pelayan kecil. Di depanmu hari ini ada tanggungjawab besar dan itu adalah melayani bangsa Iran”.

Itulah kalimat pembuka penyiar TV memperkenalkan seorang Ahmadinejad. Ahmadinejad, Presiden Iran yang mencengangkan banyak orang ketika menyumbangkan karpet Istana Presiden (berkualitas tinggi tentunya) ke sebuah masjid di Teheran. Ia lalu mengganti karpet istana dengan karpet murah.

Mantan walikota Teheran itu menutup ruangan kedatangan tamu VIP karena dinilai terlalu besar. Ia lalu meminta sekretariat istana mengganti dengan ruangan sederhana dan mengisi dengan kursi kayu. Sekali lagi fakta yang mengesankan…!

Dalam beberapa kesempatan Presiden juga bergabung dengan petugas kebersihan kota untuk membersihkan jalan di sekitar rumah dan istana Presiden.

Dibawah kepemimpinan Ahmadinejad, setiap menteri yang diangkat selalu menandatangani perjanjian dengan banyak ketentuan, terutama yang ditekankan adalah agar setiap menteri tetap hidup sederhana . Seluruh rekening pribadi dan keluarganya akan diawasi dan kelak jika masa tugasa berakhir sang menteri harus menyerahkan jabatannya dengan kewibawaan . Caranya adalah agar dirinya dan keluarganya tidak memanfaatkan keuntungan sepeser pun dari jabatannya.

Ahmadijed juga mengumumkan bahwa kemewahan terbesar dirinya adalah mobil Peogeot 504 buatan tahun 1977dan sebuah rumah kecil warisan ayahnya 40 tahun lalu yang terletak di salah satu daerah miskin di Teheran. Rekening tabungannya nol dan penghasilan yang diterima hanyalah gaji sebagai dosen sebesar kurang dari Rp 2.500.000,-. (U$ 250)

Asal tahu saja Presiden tetap tinggal di rumahnya. Satu-satunya rumah miliknya, salah satu presiden Negara terpenting di dunia secara strategi, ekonomi, politik dan tentunya minyak dan pertahanannya.

Ahmadinejad bahkan tidak mengambil gajinya sebagai presiden (yang merupakan haknya). Alasannya seluruh kekayaan adalah milik Negara dan ia hanya bertugas menjaganya.

Hal lain yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa setiap hari. Isinya adalah bekal sarapan, beberapa potong roti sandwinch dengan minyak zaitun dan keju . Ahmadinejad menyantap dengan nikmat makanan buatan isteri tersebut Di sisi lain ia menghentikan semua makanan istimewa yang biasa disediakan untuk presiden.

Ahmadinejad juga mengalihkan pesawat kepresidenan menjadi pesawat angkutan barang (cargo) dengan alasan untuk menghemat pengeluaran Negara. Presien juga memilih terbang dengan pesawat biasa di kelas ekonomi.

Ahmadinejad selalu melakukan rapat dengan para menteri kabinetnya untuk memantau semua aktivitas. Semua menteri bisa masuk ke ruangannya tanpa harus izin.Ia juga menghapus semua acara seremonial seperti red carpet, foto-foto dan iklan pribadi ketika jika mengunjungi Negara lain.

Jikalau harus menginap di hotel ia selalu memastikan untuk tidak tidur dengan ruangan dan tempat tidur mewah. Alasannya ia tidak tidur di tempat tidur tetapi tidur di lantai beralaskan matras sederhana dan sepotong selimut.

Apakah semua tindakan dan kelakuan presiden menimbulkan rasa tidak hormat?

Ahmadinejad tidur di ruang tamu selepas dijaga pengawal kepresidenan seharian kemanapun ia pergi. Foto ini dibuat oleh adiknya dan diterbitkan harian Wifaq yang sehari kemudian menyebar di majalah dan Koran seluruh dunia terutama Amerika Serikat.

Saat shalat berjamaah di masjid Presiden tidak duduk di shaf pertama.

Bagaimana dengan Presiden dan pejabat-pejabat serta anggota MPR/DPR kita?

Kamis, 02 Desember 2010

MENYAMBUT TAHUN BARU HIJRIAH 1432

Alhamdulillah...kita sudah dipenghujung tahun 1431 H itu berarti sebentar lagi akan masuk tahun 1432 H yang jatuh pada tanggal 7 Desember 2010. Mari di sisa tahun 1431 H ini kita gunakan untuk berkontemplasi, berintrospesi diri tentang semua hal yang sudah kita lakukan di tahun 1431 H. Sudah sejauhmana kualitas ibadah kita kepada Allah SWT, sudah seperti apa kualitas hubungan kita terhadap sesama tetangga sebagai anggota masyarakat, sudah sejauhmana waktu kita gunakan pada hal yang baik, sudahkah kita gunakan harta kita untuk hal-hal yang baik. itu semua yang dapat menjawab hanya kita sendiri.
Menjelang tahun baru 1432 H ini mari kita programkan apa yang harus kita lakukan dan tarjet apa yang akan kita raih sebagai bentuk perbaikan dan peningkatan kualitas sikap dan tingkah laku kita pada masa yang lalu.
selanjutnya saya mengucapkan selamat tahun baru hijriah 1432 semoga pada tahun ini kita senantiasa terjaga dari kekufuran dan tetap istiqomah pada jalan yang diridhoi Allah SWT, amin.

Rabu, 10 November 2010

KEUTAMAAN 10 HARI PERTAMA DZULHIJAH

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah (Bulan Haji)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلىَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ – يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ – قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ ؟ قَالَ “وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
“Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah ‘Azza wa Jalla daripada hari-hari ini –yakni sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah)- para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fii sabiilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fii sabiilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa-raga dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi.” (HR. Bukhari)
Allah bersumpah dengan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah Dalam Al Qur’an, Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman,
“Demi waktu fajar—Dan malam yang sepuluh.” (Al Fajr: 1-2)

Di antara amal saleh yang disyari’atkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah tersebut:
1. Melaksanakan ibadah Haji dan Umrah
Haji dan Umrah termasuk amalan yang sangat utama yang balasannya adalah surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ اِلاَّ الْجَنَّةُ
“Dan hajji mabrur, tidak ada balasan untuknya selain surga.” (HR. Muslim)

2. Memperbanyak shalat sunat setelah mengerjakan yang fardhunya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
“Hendaknya kamu memperbanyak sujud (yakni dengan banyak melakukan shalat sunat) karena Allah, karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah sekali saja, kecuali Allah akan mengangkat derajatmu karenanya dan menggugurkan dosamu karenanya.” (HR. Muslim)
Dan hendaknya seseorang menjaga shalat fardhu yang lima waktu dengan berjama’ah, karena besarnya pahala pada shalat berjama’ah. Apalagi bertepatan dengan hari-hari yang utama (10 hari pertama bulan Dzulhijjah).

3. Berpuasa selama sembilan harinya (yakni dari tangal 1-9), terutama hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah).
Berdasarkan hadits yang tsabit (sah) dalam riwayat Ahmad dan Nasa’i dari Hafshah radhiyallahu ‘anha sbb:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ تِسْعًا مِنْ ذِي الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ
“Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa sembilan hari bulan Dzulhijjjah, hari ‘Asyura (10 Muharram) serta tiga hari dalam setiap bulan.”
Imam Nawawiy menjelaskan bahwa puasa tersebut sangat dianjurkan sekali. Bahkan ini adalah pendapat jumhur ulama tanpa ada perselisihan lagi, dan mereka sepakat tentang keutamaannya (lih. Haasyiyah Ar Raudhil Murabba’ 3/452) Lebih ditekankan lagi pada tanggal sembilannya (yakni hari ‘Arafah) bagi yang tidak berada di ‘Arafah. Tentang keutamaannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
“Berpuasa pada hari ‘Arafah dapat menghapuskan dosa di tahun yang lalu dan setelahnya.” (HR. Muslim)

4. Bertakbir dan berdzikr pada hari-hari tersebut.
Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’aala:
“Dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”( Al Hajj: 28)
Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir, lalu orang-orang mengikuti takbirnya. Dan sangat dianjurkan bertakbir setelah shalat Subuh hari ‘Arafah sampai akhir hari tasyriq, berikut ini lafaz takbirnya:
اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ لَاِالهَ اِلَّا اللهُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُوَ ِللهِ اْلحَمْدُ
“Allah Maha Besar 2X, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar, milik-Nyalah segala puji.”

5. Berkurban pada hari nahar (10 Dzulhijjah) atau pada hari-hari tasyriq (11, 12 dan 13 Dzulhijjah) bila tidak sempat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
“Barang siapa yang memiliki kemampuan, namun tidak berkurban, maka janganlah sekali-kali mendekati tempat shalat kami (lapangan shalat ‘Ied).” (Shahih At Targhiib 1087)

6. Banyak beramal saleh.
Dianjurkan memperbanyak amal saleh lainnya seperti shalat sunnah, sedekah, membaca Al Qur’an, birrul waalidain (berbakti kepada kedua orang tua), silaturrahim dsb. Demikian juga memenuhi kebutuhan kaum muslimin, menghibur orang yang tertimpa musibah di kalangan mereka serta membantu mereka.

7. Melaksanakan shalat Idul Adh-ha.
Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyari’atkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan beramal kebajikan, maka janganlah menjadikannya sebagai hari keangkuhan dan kesombongan; janganlah menjadikannya sebagai kesempatan bermaksiat dan bergelimang di atas maksiat, seperti: nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukkan dan sejenisnya yang dapat membuat amal kebaikan yang dikerjakannya selama sepuluh hari terhapus. Khaatimah Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, hendaknya setiap muslim dan muslimah mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, berdzikr dan bersyukur kepada Allah. Melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan serta memanfaatkan kesempatan ini agar memperoleh rahmat dan ridha-Nya.

Ditulis oleh Abu Yahya Marwan Bin Musa,
Di edit seperlunya tanpa mengurangi esensi isi tulisan oleh: Ka.RT 03 RW 08

Selasa, 03 Agustus 2010

MEMBIASAKAN BERBUAT BAIK

Dalam suatu hadits qudsi, Allah SWT berfirman “Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas.” (HR. Bukhari)

Didalam melihat jalan hidup masyarakat di sekitar kita, bisa kita lihat bahwa beberapa orang mempunyai kecenderungan tertentu. Orang yang terbiasa berbuat maksiyat, maka dari hari kehari dia akan semakin terjerumus kedalam lembah yang hitam. Sebaliknya orang yang suka sholat berjamaah ke masjid, maka dia akan ramah ke tetangganya, rutin berinfaq dan bahagia kehidupan keluarganya.

Semakin seseorang memperbanyak dan membiasakan berbuat baik, maka semakin banyak terbuka pintu-pintu kebaikan yang lain. Hal ini sesuai dengan hadits qudsi diatas bahwa semakin tinggi intensitas dan kualitas ibadah kita kepada Allah SWT maka semakin dekatlah kita dengan-Nya.

Salah satu kunci kesuksesan hidup kita adalah bagaimana kita membiasakan berbuat baik. Semakin kita terbiasa berbuat baik, maka semakin mudah jalan kita untuk mencapai kebahagiaan hidup. Agar manusia terbiasa beribadah, maka beberapa ibadah dilakukan berulang dalam kurun waktu tertentu seperti sholat lima kali dalam sehari, puasa sunnah dua kali seminggu dan sholat jum’at sekali sepekan.

Permasalahan awal yang biasanya ditemukan dalam melakukan sesuatu yaitu dalam memulainya. Memulai suatu aktifitas terkadang lebih berat dibandingkan ketika melaksanakannya. Maka ketika kita mendorong mobil yang mogok, akan diperlukan tenaga yang besar saat sebelum mobil bergerak. Setelah mobil tersesebut bergerak, diperlukan daya dorong yang kecil. Ada juga sifat kita yang menunda perbuatan baik, padahal perbuakan baik janganlah ditunda. Kalau kita ada keinginan untuk menunda, maka tundalah untuk menunda. Hal ini seperti yang disampaikan Rasulullah saw:

“Bersegeralah untuk beramal, jangan menundanya hingga datang tujuh perkara. Apakah akan terus kamu tunda untuk beramal kecuali jika sudah datang: kemiskinan yang membuatmu lupa, kekayaan yang membuatmu berbuat melebihi batas, sakit yang merusakmu, usia lanjut yang membuatmu pikun, kematian yang tiba-tiba menjemputmu, dajjal, suatu perkara gaib terburuk yang ditunggu, saat kiamat, saat bencana yang lebih dahsyat dan siksanya yang amat pedih.” (HR. Tirmidzi)

Salah satu cara untuk mempermudah kita dalam memulai suatu amal ibadah adalah dengan mengetahui akan besarnya manfaat yang akan dirasakan. Segala hambatan atau godaan untuk tidak melaksanakan kebaikan tersebut akan bisa dilewatkan dengan keyakinan yang kuat. Oleh sebab itu, kita wajib untuk mencari ilmu tentang fadhilah (kelebihan) dari suatu amalan atau ibadah. Bahkan untuk menguatkan hati, kita juga perlu mencari ilmu secara berulang kali. Bahkan beberapa pengulangan dalam Al Quran digunakan agar manusia semakin ingat.

“Dan sesungguhnya dalam Al Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari.” (QS. Al Israa’ 41)

Jadi, mulailah perbuatan baik yang ingin anda lakukan sekarang dan jangan ditunda. Kalau belum yakin, perluas dan perdalam ilmu agar kita semakin yakin.

Senin, 19 Juli 2010

BULAN SYA'BAN GERBANG MENUJU RAMADHAN

Bulan Sya'ban diyakini sebagai salah satu bulan yang mulia, penuh berkah dan kebaikan. Sebagian ulama menyebutkan Sya'ban sebagai bulan shalawat Nabi SAW. Asayyid Muhammad Alawy al Maliki al Haani berpendapat bahwa rahasia mengapa Rasulullah SAW menisbatkan Sya'ban sebagai bulannya, karena pada bulan inilah turun ayat sholawat dan salam.
Dalam riwayat Imam Bukhari, Aisyah RA menceritakan, bahwa Rasulullah SAW selalu memperbanyak puasa di bulan Sya'ban. Bahkan dalam riwayat lain dikatakan bahwa tidak ada bulan yang melebihi bulan sya'ban di dalam Rasulullah SAW berpuasa. Dari Usamah bin Zaid RA, dia berkata "Ya Rasulullah, sya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya'ban."
Rasulullah SAW bersabda:"Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada Rabbul'alamin. Dan saya suka untuk diangkat amalan saya sedangkan saya dalam keadaan berpuasa." (HR Nasa'i, lihat shahih Targhib wat Tarhib hlm 425).
Dalam riwayat dari Abu Dawud No. 2076, dia berkata:"Bulan yang paling dicintai Rasulullah untuk berpuasa padanya adalah Sya'ban kemudian beliau sambung dengan Ramadhan." Dishahihkan oleh Al-Albani, lihat shahih Sunan Abi Dawud 2/461.

Kamis, 22 April 2010

KEPEDULIAN WARGA RT 03 GUMILIR INDAH RW O8 DAPAT DICONTOH

Warga RT 03 RW 08 Gumilir Indah Cilacap mempunyai program kepedulian sosial yang sangat patut dicontoh yaitu membantu warga yang baru kena musibah seperti sakit dan kena bencana di samping itu ada juga program GNOTA. Sebenarnya program ini sudah lama dirintis oleh pengurus RT 03 periode-periode sebelumnya. Namun pada tahun ini sangat kelihatan tambah regengdengan dimotori ibu-ibu pengurus RT 03. Hal ini sudah beberapa kali diadakan dengan cara menengok dan silaturahmi ke warga yang sedang kena musibah maupun yang mendapat kebahagiaan (kelahiran, pernikahan, dll). Tahun ini terasa lebih meningkat dan guyup. Ini sebagai wujud kepedulian pada sesama, kebersamaan,kerukunan, dan kekeluargaan, Sangat terasa iiindah sekali. Coba kita bayangkan kalau hal yang indah ini terus berlangsung pada kehidupan kita sehari-hari subhanaallah akan nyaman dan tentram RT 03 gumilir indah RW 08 ini.
Untuk itu mari kita wujudkan bersama kebersamaan, kepedulian, kerukunan kekeluargaan,kenyamanan, dan ketentraman RT 03 RW 08 Gumilir Indah ini semakin erat dan kuat. Hal ini juga tidak hanya di lingkungan RT 03 tapi juga untuk seluruh warga RW 08. Hal-hal dan kegiatan yang sudah baik mari kita pertahankan dan kita tingkatkan demi keutuhan RW 08 Gumilir Indah.
Untuk itu mari kita tebarkan semangat kekeluargaan dan kepedulian ke semua masyarakat. Semoga Alloh SWT selalu meridhoi dan merahmati usaha baik kita semua. Amin ya Rabbalalamin.